Azas-azas Dalam Fisika
Azas Dalam Fisika
1. Azas Black
Azas black adalah suatu perinsip di dalam termodinamika yang memang di temukan oleh joseph black, dan di azas ini menjabarkan mengenai zat yang berbeda dan tercampur menjadi satu.
Bunyi Azas Black
Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang di lepaskan zat yang suhunya lebih tinggi itu sama dengan banyaknya kalor yang di terima zat yang di miliki suhu yang lebih rendah.
2. Azas ketidakpastian
Keterangan :
1. Azas Black
Azas black adalah suatu perinsip di dalam termodinamika yang memang di temukan oleh joseph black, dan di azas ini menjabarkan mengenai zat yang berbeda dan tercampur menjadi satu.
Bunyi Azas Black
Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang di lepaskan zat yang suhunya lebih tinggi itu sama dengan banyaknya kalor yang di terima zat yang di miliki suhu yang lebih rendah.
Rumus Azas Black
Qlepas = Qterima
Catatan :
Qlepas = jumlah dari kalor yang di lepaskan oleh zat
Qterima = jumlah kalor yang di terima oleh zat
Azas ketidakpastian Heisenberg berbunyi : “Tidak mungkin menentukan posisi dan kecepatan elektron dalam satu waktu dengan ketelitian yang tinggi. Jika suatu percobaan dibuat untuk menentukan posisi elektron, maka kecepatannya tidak bisa ditentukan dengan pasti. Begitu pula sebaliknya, jika dibuat percobaan untuk menentukan kecepatan (momentum) elektron, maka posisinya menjadi berubah”. Selama ini, ketika kita disuguhkan dengan pembuktian secara matematis, yaitu dengan rumusnya yang terkenal :
Δx.Δp > h
3. Azas Doppler
Azas doppler berbunyi: "Apabila pendengar dan sumber bunyi saling mendekati maka akan terdengar bunyi lebih tinggi dari pada jarak antara pendengar dan sumber bunyi tetap"
Peristiwa-peristiwa mengenai efek Doppler dapat dituangkan ke dalam rumusan persamaan matematis dengan bentuk:
Keterangan:
fp = frekuensi yang diterima oleh pendengar (Hz)
fs = frekuensi dari sumber bunyi (Hz)
vp = kecepatan pendengar (m/s)
vs = kecepatan dari sumber bunyi (m/s)
v = cepat rambat bunyi di udara (m/s)
4. Azas kontinuitas
Azas kontinuitas berbunyi: Jumlah fluida yang mengalir melalui sebuah pipa pada penampang dengan kecepatan sama dengan jumlah fluida yang keluar pada penampang dengan kecepatan dalam selang waktu yang sama

Kecepatan aliran fluida ketika melewati penampang 1 tentunya akan berbeda dengan ketika fluida tersebut melewati penampang 2. Hal ini karena luas penampang 1 lebih besar daripada luas penampang 2. Secara matematis, hubungan antara kecepatan fluida di luas penampang 1 dan di luas penampang 2 dinyatakan sebagai berikut :
Q1 = Q2
A1 v1 = A2 v2
Keterangan :
Q1 =Debit fluida di luas penampang 1 (m3/s)
Q2 =Debit fluida di luas penampang 2 (m3/s)
A1 =Luas penampang 1 (m2)
A2 =Luas penampang 2 (m2)
v1 =Kecepatan fluida di luas penampang 1 (m/s)
v2 =Kecepatan fluida di luas penampang 2 (m/s
